Menurut konsultan gizi dan masak sehat alami, Wied Harry Apriadji, kecemasan Ibu dalam mempersiapkan dan memilih MPASI yang pertama wajar saja karena makanan yang terbaik menentukan tumbuh-kembang bayi nantinya. MPASI sebaiknya berupa makanan alami, yang dibuat sendiri di rumah. Makanan alami tidak mengandung bahan tambahan (food additives), seperti essens/zat perasa dan bahan pewarna yang memberatkan organ pencernaan bayi, terutama hati (liver) dan ginjal. Meskipun diklaim aman untuk bayi, setiap bahan sintetis yang ditambahkan ke dalam makanan bayi akan dideteksi sebagai toksin/racun oleh tubuh. Walaupun demikian, makanan kemasan untuk bayi tetap bisa digunakan sesekali pada kondisi darurat, misalnya bepergian. Namun, bukan sebagai makanan sehari-hari untuk bayi.
Buah, makanan pemula MPASI
Buah segar menjadi pilihan pertama makanan pemula MPASI. Berbeda dari nasi dan bahan pokok lainnya, buah segar mengandung karbohidrat yang sederhana dan mudah dicerna, yaitu fruktosa (gula buah). Kemudahan gula buah dicerna oleh bayi mendekati ASI karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh karena itu, buah digolongkan dalam predigested food atau semidigested food, yaitu makanan yang sudah separuh tercerna.