Knowledge

All (93) Astrology (2) Baby (25) Fashion (23) Finance (1) Folk Tales (4) Foods (8) Health (12) Kids (13) Knowledge (30) Motivation (6) Pregnancy (10) Travelling (1)

24 Mei 2012

Mentil/Kebiasaan Memegang Puting

Salah satu hal yang wajib dikuasai orangtua anak balita adalah menghadapi kebutuhan anak akan security and comfort objects. Itu karena, di usia 1-2 tahun, tatkala anak lepas dari air susu ibu atau ASI,  ia akan membutuhkan objek transisi untuk menyamankan dirinya.  Bisa berupa boneka, selimut, bantal, atau bagian tubuh tertentu dari bundanya.

Salah satu bentuk security and comfort objects yang kerap dikeluhkan adalah kebiasaan anak memegang puting payudara bunda atau mentil, yang oleh sebagian orang dianggap tak lazim, apalagi bila dilakukan di depan umum. Namun demikian, mentil bagi para ahli perkembangan tetap dianggap kondisi yang wajar dilalui anak usia 1-2 tahun, sebab melalui aktivitas itu anak mendapatkan kenikmatan, kenyamanan bahkan rasa aman.

Ahli perkembangan bahkan menyatakan kebiasaan anak mentil  tanpa disadari justru dibentuk oleh ibunya. Misalnya, saat anak masih menyusu karena ingin anak cepat tidur atau tidak rewel, bunda menyorongkan payudara dan  membiarkan anak memegangnya hingga terlelap. Jika hal itu dilakukan terus-menerus, tentu akan menjadi kebiasaan dan ketergantungan.

Lewat dari usia 2 tahun, Bunda harus mengubahan kebiasaan mentilnya. Agar anak tidak terjebak dalam fase ini dan menganggu tumbuh kembangnya.

Ternyata mengubah kebiasaan mentil tidak mudah, karena akan merenggut kenyamanan dan keamanannya. Tetapi kita harus melakukannya karena seiring bertambahnya usia anak, tak mungkin ia mentil terus. Lagi pula, kita tidak ingin anak terjebak di dalam fase ini, sehingga tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri atau kurang mandiri tanpa benda kesayangannya.
  1. Sampaikan pada anak. Jangan menutupi rasa tidak nyaman Anda! Berterus-teranglah pada menggunakan bahasa sederhana yang dimengerti olehnya. Misalnya, katakan bahwa payudara Anda sakit seperti dicubit saat ia terus-menerus memegangnya.
  2. Lepaskan tangannya dari puting dan katakan ”Jangan” sambil memandang mata anak.  Lakukan dengan lembut namun konsisten. Alihkan perhatian anak pada kegiatan lain, misalnya melihat-lihat gambar di buku, atau bermain dengan jari tangannya sambil bernyanyi.
  3. Beri alat penyaman yang lebih pantas, yang dibutuhkan khususnya  menjelang waktu tidur, misalnya selimut bergambar yang dapat melindungi anak dari dinginnya air conditioner, boneka yang  empuk untuk dpeluk, atau guling kecil yang wangi.  Anda juga bisa menggunakan kontak fisik untuk membuat anak merasa relaks, seperti mengusap-usap punggungnya, menggelitik telapak tangannya, atau memijatnya. Jika rutin dilakukan, perlahan-lahan keinginan anak mentil akan hilang, karena sudah merasa nyaman dengan cara lain.
  4. Lindungi puting Anda setiap kali anak menunjukkan gelagat ingin menyentuh puting, misalnya, dengan menutupi payudara menggunakan tangan, atau berbaring segera jika posisi Anda sebelumnya duduk. Jangan gentar meski ia ngambek atau rewel,  bahkan tak kunjung tidur. Jika Anda konsisten, lama-lama anak paham bahwa sekeras apapun usahanya,  tetap tak akan berhasil.
  5. Bersikap tenang, manakala sikap tegas dan konsisten Anda dibalas anak dengan protes atau amukan. Jangan terpancing dan beri dukungan pada anak bahwa dia bisa survive tanpa harus memegang payudara bundanya.
  6. Luangkan waktu, sesibuk apapun Anda bekerja, untuk tetap menunjukkan kasih sayang pada anak melalui perhatian. Kontak fisik seperti pelukan dan ciuman sebelum dan sepulang kerja, sangat berarti bagi anak. Tujuannya agar ia tetap merasa mendapat perhatian, terpenuhi kebutuhannya akan rasa aman dan nyaman, sehingga tidak perlu mencari objek pengganti.
  7. Berikan kesempatan pada anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya. Cara ini akan membuat cara berpikir anak berkembang. Biasanya anak akan mengamati kebiasaan teman barunya, manakala melihat temannya tidak mentil,  maka keinginannya mentil akan berangsur-angsur hilang dan ia lebih tertarik bermain bersama teman-teman sebayanya. Itu artinya, anak telah memiliki kesibukan di dunianya sendiri bersama teman-teman barunya.
  8. Hargai usaha anak, kemajuan sekecil apa pun yang ditunjukannya dalam mengurangi ketergantungan, patut diberi penghargaan. Misalnya dengan mengacungkan dua jempol sambil berujar “Anak hebat!” lalu berilah pelukan hangat. Di lain kesempatan, hadiahi anak  dengan camilan favoritnya. Penghargaan bukan bertujuan untuk memanjakan anak, melainkan untuk membangkitkan motivasinya dalam mengurangi kebiasaan yang kurang baik. 
  9. Permainan Jari. Supaya jari jemari tangannya tidak mentil, beri kesibukan  yang melibatkan ketrampil jari. Seperti finger print, aneka bentuk jari, menempel stiker, boneka jari, dan bermain puzzle.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar