Knowledge

All (93) Astrology (2) Baby (25) Fashion (23) Finance (1) Folk Tales (4) Foods (8) Health (12) Kids (13) Knowledge (30) Motivation (6) Pregnancy (10) Travelling (1)

25 Mei 2012

Jenis-Jenis Pelampung untuk Si Kecil

Untuk memudahkan buah hati Anda belajar berenang, Anda mungkin perlu menyiapkan pelampung. Alat bantu ini dapat membantu membangun kepercayaan diri anak di dalam air, membuat anak tetap stabil saat mempelajari posisi dan gerakan renang, serta membuatnya merasa santai.
 
Dewasa ini ada begitu banyak jenis pelampung, yang mungkin akan menyulitkan Anda untuk menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan si kecil. Setiap jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus disesuaikan dengan kemampuan putra-putri Anda.
Namun, secara umum pelampung harus dapat membuat anak terapung datar di air dan tidak menghalangi gerakannya. Anak-anak pun harus dapat merasakan manfaat pelampung tersebut untuk dapat menggunakannya secara efektif.

1. Pelampung bundar (swim ring) adalah jenis yang paling umum kita kenal. Meskipun demikian, ternyata jenis pelampung ini tidak cocok bagi yang tidak bisa berenang. Menurut Susan Meredith dalam buku Teach Your Children to Swim, bayi dan anak yang masih sangat kecil dapat jatuh jika menggunakan pelampung ini. Pelampung bundar lebih tepat digunakan untuk bermain pada anak-anak yang sudah besar dan dapat berenang.  



2. Pelampung yang umum lainnya adalah papan pengapung (swim board). Dengan bahan polistirena, pelampung ini membantu anak mengapung dengan posisi tubuh lurus di air. Yang paling umum ditemukan adalah papan yang disebut kickboard. Pelampung ini paling baik digunakan untuk melatih gerakan kaki dan tangan. Namun, perlu diperhatikan bahwa pelampung ini mudah terlepas begitu saja. 

3. Pelampung lengan (swim arm ring) dapat membantu membangun keberanian anak di dalam air secara mandiri. Pelampung ini perlu ditiup setengahnya sebelum dipasangkan di lengan atas anak. Setelah posisinya tepat, tiup lagi sampai penuh dalam kondisi Anda dan anak sudah berada di dalam air. Anda perlu yakin bahwa pelampung lengan mengembang cukup ketat di lengan agar tidak lepas saat anak bergerak. 
Meskipun demikian, jaga agar pelampung ini tidak menghalangi gerakan anak. Model yang paling aman terdiri dari dua kantung angin dan dua katup. Saat anak lebih berani di air, angin pada kantung bawah dapat dikurangi. Keuntungan lain, jika salah satu kantung bocor, kantung yang lain masih dapat menahan anak Anda di air.

4. Pelampung kursi (swim ring seat) biasanya digunakan untuk bayi dan batita, dengan memperhatikan berat tubuhnya. Setiap ukuran hanya dapat menahan beban tertentu. Jenis ini memiliki kantong dudukan dan lubang agar kaki bayi dapat bergerak bebas. Namun, Anda harus tetap memegangi dari dekat karena pelampung jenis ini dapat terbalik. Selain itu, orangtua perlu secara rutin membasahi tubuh bagian atas agar bayi tidak kedinginan.

5. Baju pengapung (swim vest) dapat berupa sabuk, ransel, ropi, atau jaket dengan busa di dalamnya yang bisa dilepaskan. Dengan demikian, setelah anak lebih terampil dan berani di air, Anda dapat mengurangi busanya sebagian. Meskipun banyak pilihannya, namun jenis ini tidak cocok untuk anak di bawah usia setahun.  
 
6. Pelampung jenis woogle mungkin belum akrab di telinga kita. Namun gabus panjang yang fleksibel ini dapat digunakan oleh anak sejak usia dini. Dengan bantuan woogle, anak dapat bereksperimen menjaga keseimbangan tubuhnya di dalam air, sementara lengan dan kakinya dapat bergerak bebas.
Selain itu, woogle dapat digunakan dengan jenis pelampung lain. Misalnya armdisc. Namun, seperti juga papan pengapung, Anda harus tetap mengawasi anak dengan saksama karena woogle mudah terlepas. 



Meskipun sangat membantu, beberapa anak dapat menjadi sangat tergantung pada pelampung dan sulit untuk belajar berenang secara mandiri. Selain itu pelampung dapat menanamkan rasa aman yang keliru pada anak dan orangtua. Bagaimanapun, pelampung bukanlah jaket penyelamat, dan karenanya jangan pernah lengah mengawasi anak-anak di kolam renang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar