May 2, 2011

Tehnik Memerah ASI


Teknik untuk memerah asi menggunakan breastpump:
- Cuci tangan
- Sterilkan alat-alat yang akan digunakan
- Pijat payudara menggunakan baby oil
- Kompres dengan handuk basah hangat dan handuk basah dingin bergantian (terutama jika ASInya sedikit)
- Peras payudara kanan dan kiri 5 menit secara bergantian. Jika belum banyak, pijat lagi kemudian peras lagi.
- Sambil diperas sambil dipijat juga ke arah puting.
- Jika sudah selesai, rapikan alat, tutup botolnya, beri label tanggal dan jam memerah ASI serta tanggal expired date-nya dan masukkan kulkas
- Umur asi perah yang tidak masuk kulkas adalah 6 jam jika udara sejuk/AC dan 4 jam jika udara hangat (tanpa AC). Menurut Asosiasi Ibu Menyusui, Jika dimasukkan kulkas suhu 0-4 derajat Celcius, bisa tahan 3-8 hari. Jika dimasukkan ke dalam freezer kulkas 1 pintu adalah 2 minggu, sedangkan freezer kulkas 2 pintu bisa tahan sampai 3 bulan.

- Klo tidak terpaksa sekali (misal ke luar kota/tugas, dll) tidak perlu meminumkan ASI yang di freezer, karena ada zat yang rusak. ASI dari freezer tetap lebih baik dari susu formula. Kadang memang tidak bisa dihindarkan bayi "terpaksa" minum ASI dari freezer, tapi kalau proses pencairan sampai penghangatan lalu dikonsumsi bisa dilaksanakan dengan benar, maka resiko kehilangan zat-zat penting dari ASI tentu dapat dikurangi.


Untuk yang keberatan dengan harga breastpump yang cukup mahal, bisa melakukan perah ASI secara manual. Dan sebenarnya cara ini paling nyaman dan bisa menghasilkan ASI dengan volume lebih banyak.
Kunci dari kesuksesan menjaga volume ASI perah adalah DISIPLIN pada jadwal perah yang cukup frekuentif. Misal 4-5x sehari.


Untuk teknik pemerahan menggunakan tangan:
- Cuci tangan dengan bersih
- Pijat payudara dengan menekan dada diantara kedua payudara. Dipijat memutar ke bawah, kemudian diangkat dan dilepaskan (sehingga seolah seperti terbanting ke bawah). Selanjutnya sisir payudara dengan punggung kelingking ke arah puting, hingga seluruh area. Pijat punggung leher untuk memberi rasa relaks. Kompres dengan handuk hangat untuk menstimulasi jaringan ASI.
- Keluarkan ASI dari puting sedikit, oleskan ke aerola.
- Berikan sedikit ASI di jari, kemudian pijat perlahan 1-1,5 cm dekat aerola. Tekan dengan irama yang konstan seperti detak jantung…ada jeda. Pijat dengan relaks saja, tak perlu tergesa-gesa. Seiring dengan berlatih, maka akan semakin terampil. Bahkan perah ASI bisa dibuat efektif hingga 15 menit saja.
- Jika aerola kering, beri ASI lagi dan perah lagi.
- Perah ASI menggunakan tangan akan jauh lebih baik karena menjaga jaringan penghasil ASI.
- Untuk lengkapnya silakan pelajari teknik perah tangan marmet.


Selama di rumah, usahakan untuk berlatih dan membiasakan diri menggunakan alat pemerah ASI. Hal ini juga akan membantu membiasakan bayi Anda dengan dot. Sambil mengenali kapasitas minum bayi anda beserta pola minumnya. Buat buku catatan yang terperinci.

Awalnya, 2-3 minggu sebelum masuk kerja adakan simulasi seolah-olah kita sudah bekerja. Caranya adalah dengan memerah ASI 3x, yaitu pada pk 9.00, pk 12.00 dan pk 15.00. Jika ASInya butuh 5 botol, jadwal perahnya bisa ditambah saat sebelum berangkat ke kantor dan saat malam hari (bisa disesuaikan). Usahakan untuk membuat cadangan ekstra pada hari sabtu minggu, minimal masing-masing 2 botol per hari, sehingga ada 4 botol cadangan yang bisa membuat kita lebih fleksibel mengatur stock dan kegagalan perahnya, biar tidak keteteran.

Sebenarnya prinsipnya adalah peras hari ini untuk diminumkan esok hari. So, jika kita bekerja, peraslah di kantor 3-4 kali. Tiap memerah ASI, hasil perahannya dimasukkan dalam botol sendiri-sendiri, tidak boleh dicampur dan masing-masing diberi label waktu pemerahan ASI. Minumkan pada bayi keesokan harinya dengan urutan ASI yang diperah paling awal yang diberikan terlebih dahulu.

No comments:

Post a Comment